Knowledge, for real action.
Pengetahuan, untuk aksi nyata.
IHSC is the Humanitarian Study Center under IIK Nahdlatul Ulama Tuban - a space for humanitarian research and advocacy, rooted in the values of dedication, scholarship, and Nusantara identity.
IHSC adalah Pusat Studi Humanitarian di bawah IIK Nahdlatul Ulama Tuban - ruang kajian dan advokasi kemanusiaan yang berakar pada nilai pengabdian, keilmuan, dan identitas Nusantara.
Dedication
Pengabdian
Dedication as the foundation of every study and action - to serve, not to be served.
Pengabdian sebagai pangkal setiap kajian dan aksi - melayani, bukan dilayani.
Scholarship
Keilmuan
Rigorous academic standards: evidence-based, honest, and accountable.
Standar akademik yang ketat: berbasis bukti, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Identity
Identitas
Rooted in NU, the Nusantara, and Islam - contextual to Indonesian realities.
Berakar pada NU, Nusantara, dan Islam - kontekstual dengan realitas Indonesia.
A humanitarian study center that is rooted and outward-looking.
Pusat studi kemanusiaan yang berakar dan berpandangan dunia.
IHSC - Indonesian Humanitarian Study Center (Pusat Studi Humanitarian, PSH), was established on 12 May 2026 under Rector's Decree No. 177/IIKNU/SK-PSH/A.1/L-14/V/2026 at the Institute of Health Sciences (IIK) Nahdlatul Ulama Tuban, under Rector Dr. H. Miftahul Munir, SKM., M.Kes., DIE. IHSC is managed by 25 officers: five academic fields, two bureaus, and the center's leadership.
IHSC - Indonesian Humanitarian Study Center, atau Pusat Studi Humanitarian (PSH), berdiri pada 12 Mei 2026 berdasarkan SK Rektor No. 177/IIKNU/SK-PSH/A.1/L-14/V/2026 di lingkungan Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Nahdlatul Ulama Tuban, di bawah Rektor Dr. H. Miftahul Munir, SKM., M.Kes., DIE. IHSC dikelola oleh 25 pengurus: lima bidang akademik, dua biro, serta pimpinan pusat.
Vision & Mission
Visi & Misi
Vision
Visi
To become a world-leading humanitarian study center integrating health sciences, law, and humanitarian action - grounded in Islamic values and national identity.
Menjadi pusat studi humanitarian terkemuka di dunia yang mengintegrasikan ilmu kesehatan, hukum, dan aksi kemanusiaan berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan.
Mission
Misi
- Conduct research in health in conflict and displacement, humanitarian ethics and law, disaster risk and response, humanitarian operations and management, and climate change.
- Menyelenggarakan penelitian di bidang kesehatan konflik dan pengungsi, etika dan hukum kemanusiaan, risiko dan respons bencana, operasi dan manajemen kemanusiaan, serta perubahan iklim.
- Organize education and training to build the capacity of human resources in humanitarian affairs.
- Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kemanusiaan.
- Build strategic partnerships with national and international institutions to strengthen humanitarian action.
- Membangun kemitraan strategis dengan lembaga nasional dan internasional dalam rangka penguatan aksi kemanusiaan.
- Develop and disseminate Islamic perspectives within the global humanitarian discourse.
- Mengembangkan dan menyebarluaskan perspektif keislaman dalam wacana humanitarian global.
Leadership, five academic fields, and two operational bureaus
Pimpinan, lima bidang akademik, dan dua biro
Coordinated remotely and connected to the center in Tuban - a humanitarian network across Indonesia and abroad.
Dikoordinasikan dari jarak jauh dan terhubung ke pusat di Tuban - jejaring kemanusiaan yang tersebar di Indonesia dan luar negeri.
Leadership
Pimpinan
Suhartono, S.Kep.Ns., M.Kep., MM - Vice Director- Wakil Direktur
Board of Advisors
Dewan Penasihat
Advisors: Dr. Karyo, S.Kep.Ns., M.Kep., MM; Tri Yunita Fitri Damayanti, S.Tr., Keb., M.Kes; Kusno Ferianto, S.Kep.Ns., M.Kep., MM; Dwi Kurnia Permatasari, S.Keb., Bd., M.Kes
Anggota: Dr. Karyo, S.Kep.Ns., M.Kep., MM; Tri Yunita Fitri Damayanti, S.Tr., Keb., M.Kes; Kusno Ferianto, S.Kep.Ns., M.Kep., MM; Dwi Kurnia Permatasari, S.Keb., Bd., M.Kes
Humanitarian Ethics and Law
Etika dan Hukum Kemanusiaan
Muhammad Hazir Rahim, M.Ag.Members: Ogy Winenriandhika, S.H., M.M.; Aris Puji Utami, SST., M.KesAnggota: Ogy Winenriandhika, S.H., M.M.; Aris Puji Utami, SST., M.KesDisaster Risk and Response
Risiko dan Respons Bencana
Dr. dr. Lucky Tjahjono, M.Kes.Members: dr. Iqbal El Mubarak, SpB; M. Nurhadi, S.Kep.Ns., M.Kep., MMAnggota: dr. Iqbal El Mubarak, SpB; M. Nurhadi, S.Kep.Ns., M.Kep., MMHumanitarian Operations and Management
Operasi dan Manajemen Kemanusiaan
Zulfahmi Ramli, SEMember: Lilia Faridatul Fauziah, S.Tr., Keb., M.GzAnggota: Lilia Faridatul Fauziah, S.Tr., Keb., M.GzClimate Change
Perubahan Iklim
Dr. Dea Tania Octarina, S.Si., M.Sc.Member: Mepsa Putra, S.Kep.Ns., M.Kep., Sp.Kep.KAnggota: Mepsa Putra, S.Kep.Ns., M.Kep., Sp.Kep.KBureau of Administration
Biro Administrasi
dr. Celine Basthomi - Hanim Nur Faizah, S.Kep.Ns., M.Kep; Hyan Oktodia Basuki, S.Kep.Ns., M.Kep
Bureau of Finance
Biro Keuangan
dr. Sri Ayu Alga Dewi - Eva Silviana Rahmawati, SST., M.Kes
Bridging research and humanitarian action
Menjembatani riset dan aksi kemanusiaan
Every IHSC program is designed to bridge research and humanitarian action - each activity leads to capacity, policy, or real response.
Program IHSC dirancang menjembatani riset dan aksi kemanusiaan - setiap kegiatan berujung pada kapasitas, kebijakan, atau respons nyata.
Research & Evidence
Riset & Bukti
Studying priority humanitarian issues - health in conflict and displacement, ethics and humanitarian law, disaster risk and response, humanitarian operations, and climate change. Outputs: scientific publications, policy briefs, and databases for policymakers and practitioners.
Mengkaji isu kemanusiaan prioritas - kesehatan konflik dan pengungsi, etika dan hukum kemanusiaan, risiko dan respons bencana, operasi kemanusiaan, dan perubahan iklim. Luaran: publikasi ilmiah, policy brief, dan basis data untuk pengambil kebijakan dan praktisi.
Education & Capacity Building
Pendidikan & Penguatan Kapasitas
Certified training and courses: International Humanitarian Law (IHL), first aid and disaster preparedness, humanitarian operations management - for volunteers, health workers, academics, and the public.
Pelatihan dan kursus bersertifikat: Hukum Humaniter Internasional (IHL), pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana, manajemen operasi kemanusiaan - bagi relawan, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat.
Policy Advocacy
Advokasi Kebijakan
Translating research findings into concrete and executable policy recommendations - together with government, international organizations, and civil society partners.
Menerjemahkan temuan riset menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret dan dapat dieksekusi - bersama pemerintah, organisasi internasional, dan mitra sipil.
Humanitarian Response & Community Resilience
Respons Kemanusiaan & Resiliensi Komunitas
Building community preparedness and volunteer networks that stand ready - trained in peacetime, effective in crises.
Membangun kesiapsiagaan komunitas dan jejaring relawan yang siap siaga - terlatih saat damai, efektif saat krisis.
News from IHSC
Kabar IHSC
News on IHSC research and activities - humanitarian literacy for Indonesian and global audiences.
Warta kajian dan kegiatan IHSC - literasi kemanusiaan untuk publik Indonesia dan dunia.
Flores Earthquake: The Second Phase of Disaster and Its Strategy
Gempa Flores: Fase Kedua Bencana dan Strateginya
At least 38 people died and 2,000 were displaced. IHSC on why the second phase of disaster, the transition to recovery, needs its own strategy.
Sedikitnya 38 orang meninggal dan 2.000 mengungsi. IHSC tentang mengapa fase kedua bencana, transisi menuju pemulihan, butuh strateginya sendiri.
ReadBaca
Independence and Humanity: Why Gotong Royong Needs a Knowledge Base
Kemerdekaan dan Kemanusiaan: Mengapa Gotong Royong Perlu Ilmu Dasar
Anyone can volunteer - but humanitarian action is a discipline. IHSC on why helping well needs a knowledge base, this 17 August.
Semua orang bisa jadi relawan - tetapi aksi kemanusiaan adalah disiplin. IHSC tentang mengapa menolong dengan baik butuh ilmu dasar, menyambut 17 Agustus.
ReadBaca
World Humanitarian Day: Why Humanitarian Action Needs Science and Data
Hari Kemanusiaan Sedunia: Mengapa Aksi Kemanusiaan Membutuhkan Sains dan Data
On 19 August, the world marks World Humanitarian Day. IHSC reflects on why effective humanitarian action must be built on evidence, training, and coordination.
Pada 19 Agustus, dunia memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia. IHSC merenungkan mengapa aksi kemanusiaan yang efektif harus bertumpu pada bukti, pelatihan, dan koordinasi.
ReadBacaInterested in collaborating with IHSC?
Tertarik berkolaborasi dengan IHSC?
Research partners, humanitarian organizations, academics, or policymakers - we are open to working together.
Mitra riset, organisasi kemanusiaan, akademisi, atau pembuat kebijakan - kami terbuka untuk bekerja sama.